Senin, 05 Desember 2016

contoh hand out

HAND OUT
Satuan Pendidikan  :   SMA Negeri 1 KIMIA
Mata Pelajaran        :   Kimia
Kelas/Semester       :   X/1
Pokok Bahasan        :   Ikatan Kimia
Sub Pokok Bahasan :   Ikatan Ion
Alokasi Waktu        :   1 × 15 menit


A.      TUJUAN PEMBELAJARAN
1.     Siswa dapat menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion
2.     Siswa dapat menuliskan ciri-ciri ikatan ion
3.     Siswa dapat menentukan proses pembentukan ikatan ion

B.      PENDEKATAN, MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan          : Kooperatif
Model                  : Numbered Heads Together
Metode                : Diskusi informasi

C.      MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
·         Media                                   : Papan Tulis, Spidol, Penghapus
·         Sumber Belajar        : LKS, Buku Kimia SMA kelas X, Mudah aktif Belajar Kimia

D.    MATERI

1.     IKATAN ION
            Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk antara atom yang melepaskan electron dan atom yang menerima elektron.Ion positif terbentuk dari atom yang melepaskan elektron, sedangkan ion negative terbentuk dari atom yang menerima elektron. Ikatan tersebut terjadi karena perbedaan muatan ion positif dan ion negatif.

a.      Pembentukan Ion Positif
            Atom bermuatan positif karena melepaskan elektron. Atom tersebut dinamakan ion positif. Kecenderungan melepaskan electron berkaitan dengan keelektronegatifan. Unsur yang mudah membentuk ion positif ialah unsure dengan kecenderungan lebih besar untuk melepaskan elektron, antara lain golongan IA (golongan alkali) dan golongan IIA (golongan alkali tanah).
Jumlah electron valensi pada unsure golongan IA adalah 1 elektron sehingga cenderung melepaskan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Pelepasan 1 elektron dari atom golongan IA membentuk ion positif bermuatan satu. 
            Elektron valensi golongan IIA berjumlah 2 elektron sehingga kecenderungan melepaskan 2 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai dengan teori oktet. Pelepasan 2 elektron dari atom golongan IIA membentuk ion positif bermuatan dua.Contohnya sebagai berikut :
Na (2  8  1) → Na+ (2  8) + e
Mg (2  8  2) → Mg2+ (2  8) + 2e      

b.     Pembentukan Ion Negatif
            Atom bermuatan negative karena menerima elektron. Atom tersebut dinamakan ion negatif. Unsur yang mudah menerima electron ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk menerima elektron, antara lain golongan VIIA (golongan halogen) dan golongan VIA (golongan oksigen).
Jumlah elektron valensi pada unsure golongan VIIA adalah 7 elektron sehingga cenderung menerima 1 elektron untuk membentuk kofigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Penerimaan 1 elektron oleh atom golongan VIIA membentuk ion negative bermuatan satu. Jumlah electron terluar golongan VIA adalah 6 elektron sehingga cenderung menerima 2 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Penerimaan 2 elektron oleh atom golongan VIA membentuk ion negatif. Contohnya sebagai berikut :
Cl (2  8  7) + e → Cl­- (2  8  8)
S (2   8   6) + 2e → S2- (2   8   8)
Ion negative terjadi karena menerima elektron.

c.      Pembentukan Ikatan Ion
Ion positif akan tarik menarik dengan ion negative karena adanya gaya elektrostatik akibatnya terjadi pembentukan ikatan.
Contohnya adalah sebagai berikut :
1.    
Na+ + Cl- → NaCl
 
Na → Na+ + e
Cl + e → Cl-
2.    
Ca2+ +O2- → CaO
 
Ca → Ca2+ + 2e
O + 2e → O2-
Bagaimanakah atom golongan IIA seperti Ca dan Mg berikatan dengan atom golongan VIIA seperti F danCl ?Untukmembentukikatan, atom golongan IIA melepas 2 elektron, sedangkan atom golongan VIIA menerima 1 elektron. Jumlah elektron yang dilepaskan harus sama dengan jumlah elektron yang diterima, maka harus terdapat 2 atom golongan VIIA untuk menerima 2 elektron.
Contohnya sebagai berikut :
1.    
Ca2+ +2Cl- → CaCl2
 
Ca → Ca2+ + 2e
2 Cl + 2e → 2Cl-
Atom golongan IA dan VIA berikatan dengan cara yang sama.
Contohnya sebagai berikut :
2.    
2 Na+ +O2- → Na2O
 
2 Na → 2 Na+ + 2e
O + 2e → O2-
Umumnya, ikatan ion terbentuk antara unsure logam dan non logam karena adanya perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar. Contoh senyawa yang mempunyai ikatan ion sebagai berikut :
1.     Golongan IA dengan golongan VIIA, contohnya : NaF, NaCl, NaBr, NaI, KBr, KI
2.     Golongan IA dengan golongan VIA, contohnya Na2O, Na2S, K2O
Selain membentuk ikatan ion, unsur juga dapat membentuk
Ikatan kovalen.





SOAL EVALUASI
1.     Kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion adalah.......
a.      unsur logam melepaskan elektron dan unsur nonlogam menerima elektron
b.     unsur logam membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion positif
c.      unsur logam membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion negatif
d.     unsur logam melepaskan elektron dan unsur nonlogam melepaskan elektron
e.      unsur logam menerima elektron dan unsur nonlogam menerima elektron

2.     Berikut merupakan ciri-ciri ikatan ion adalah, kecuali.......
a.      terjadi serah terima elektron
b.     senyawanya berbentuk kristal
c.      unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam
d.     titik didih dan titik leleh yang rendah
e.      senyawanya berbentuk padat

3.     Proses pembentukan ikatan ion pada senyawa MgO adalah.... (Mg: 2 8 2 ; O: 2 6)
a.      atom Mg menerima 2 elektron dan atom O memberikan 2 elektron
b.     atom Mg melepaskan 2 elektron dan atom O membutuhkan 2 elektron
c.      atom Mg menjadi ion Mg2- dan atom O menjadi ion O2+
d.     atom Mg melepaskan 2 elektron dan atom O melepaskan 2 elektron
e.      atom Mg menerima 2 elektron dan atom O menerima 2 elektron
























KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI
1.     A
Pembahasan:
Ikatan ion yaitu ikatan yang terbentuk sebagi akibat adanya gaya tarik-menarik antara ion positif dan ion negatif. Ion positif terbentuk tersebut karena unsur logam melepaskan elektronnya, sedangkan ion negatif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektronnya, sedangkan ion positif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektron. Ikatan ion terjadi karena serah terima elektron.

2.     D
Pembahasan:
Ciri-ciri ikatan ion adalah sebagai berikut
·       Terjadi serah terima elektron, atom yang satu melepaskan elektron dan yang lain menerima elektron.
·       Senyawanya berbentuk kristal.
·       Pada umumnya unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam.
·       Pada umumnya senyawanya berbentuk padat.
·       Dalam larutan dapat terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion).
·       Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik.
·       Senyawanya mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

3.     B
Pembahasan:
Untuk mencapai kesetabilannya, atom Mg harus melepas 2 elektron sedangkan atom O membutuhkan 2 elektron. Jadi, atom Mg memberikan 2 elektron kepada atom O sehingga 1 atom Mg mengikat 1 atom O. Setelah melepas 1 elektron, atom Mg menjadi ion Mg2+ sedangkan atom O menjadi ion O2- senyawa yang terbentuk adalah MgO


Tidak ada komentar:

Posting Komentar