HAND OUT
Satuan
Pendidikan : SMA Negeri 1 KIMIA
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Pokok
Bahasan : Ikatan Kimia
Sub
Pokok Bahasan : Ikatan Ion
Alokasi
Waktu : 1 × 15 menit
A.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
1. Siswa
dapat menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan
ion
2. Siswa
dapat menuliskan ciri-ciri ikatan ion
3. Siswa
dapat menentukan proses pembentukan ikatan ion
B.
PENDEKATAN,
MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan :
Kooperatif
Model :
Numbered Heads Together
Metode :
Diskusi informasi
C.
MEDIA
DAN SUMBER BELAJAR
·
Media : Papan Tulis, Spidol, Penghapus
·
Sumber Belajar : LKS, Buku Kimia SMA kelas X, Mudah aktif Belajar Kimia
D.
MATERI
1. IKATAN
ION
Ikatan
ion adalah ikatan yang terbentuk
antara atom yang melepaskan
electron
dan atom yang menerima
elektron.Ion positif
terbentuk
dari atom yang melepaskan
elektron, sedangkan ion negative
terbentuk
dari atom yang menerima
elektron.
Ikatan
tersebut
terjadi
karena
perbedaan
muatan ion positif
dan ion negatif.
a.
Pembentukan
Ion Positif
Atom bermuatan
positif
karena
melepaskan
elektron.
Atom tersebut
dinamakan ion positif.
Kecenderungan
melepaskan
electron
berkaitan
dengan
keelektronegatifan.
Unsur yang mudah
membentuk ion positif
ialah
unsure
dengan
kecenderungan
lebih
besar
untuk
melepaskan
elektron, antara lain
golongan IA (golongan alkali) dan golongan IIA (golongan alkali tanah).
Jumlah electron valensi pada unsure golongan IA adalah 1 elektron
sehingga
cenderung
melepaskan 1 elektron
untuk
membentuk
konfigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
teori
oktet.
Pelepasan 1 elektron
dari atom golongan IA
membentuk ion positif bermuatan satu.
Elektron valensi golongan IIA berjumlah 2 elektron
sehingga
kecenderungan
melepaskan 2 elektron
untuk
membentuk
konfigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
dengan
teori
oktet.
Pelepasan 2 elektron
dari atom golongan IIA
membentuk ion positif bermuatan dua.Contohnya sebagai berikut :
Na (2 8 1) → Na+ (2 8) + e
Mg (2 8 2) → Mg2+ (2 8) + 2e
b.
Pembentukan
Ion Negatif
Atom bermuatan
negative
karena
menerima
elektron.
Atom tersebut
dinamakan ion negatif.
Unsur yang mudah
menerima
electron
ialah
unsur
dengan
kecenderungan
lebih
besar
untuk
menerima
elektron, antara lain
golongan VIIA (golongan halogen) dan golongan VIA (golongan
oksigen).
Jumlah elektron valensi pada unsure golongan VIIA adalah 7 elektron
sehingga
cenderung
menerima 1 elektron
untuk
membentuk
kofigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
teori
oktet.
Penerimaan 1 elektron
oleh atom golongan VIIA
membentuk ion negative bermuatan satu. Jumlah electron terluar golongan VIA adalah 6 elektron
sehingga
cenderung
menerima 2 elektron
untuk
membentuk
konfigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
teori
oktet.
Penerimaan 2 elektron
oleh atom golongan VIA
membentuk ion negatif. Contohnya sebagai berikut :
Cl (2 8 7) + e → Cl- (2 8 8)
S (2 8 6) + 2e → S2- (2 8 8)
Ion negative terjadi karena menerima elektron.
c.
Pembentukan
Ikatan Ion
Ion positif akan tarik menarik dengan ion negative
karena
adanya
gaya
elektrostatik
akibatnya
terjadi
pembentukan
ikatan.
Contohnya adalah sebagai berikut :
1.
|
Cl + e → Cl-
2.
|
O + 2e → O2-
Bagaimanakah atom golongan IIA seperti
Ca
dan Mg berikatan
dengan atom golongan VIIA
seperti F danCl ?Untukmembentukikatan, atom golongan IIA melepas 2 elektron,
sedangkan atom golongan VIIA menerima 1 elektron.
Jumlah
elektron yang dilepaskan
harus
sama
dengan
jumlah
elektron yang diterima, maka
harus
terdapat 2 atom golongan
VIIA untuk menerima 2 elektron.
Contohnya sebagai berikut :
1.

|
Ca → Ca2+
+ 2e
2 Cl + 2e → 2Cl-
Atom golongan IA dan VIA berikatan
dengan
cara yang sama.
Contohnya sebagai berikut :
2.
|
O + 2e → O2-
Umumnya, ikatan ion terbentuk
antara
unsure
logam
dan non logam
karena
adanya
perbedaan
keelektronegatifan yang
cukup besar. Contoh senyawa yang mempunyai
ikatan ion sebagai
berikut :
1.
Golongan
IA dengan golongan VIIA, contohnya : NaF, NaCl, NaBr, NaI, KBr,
KI
2.
Golongan
IA dengan golongan VIA, contohnya Na2O, Na2S,
K2O
Selain
membentuk
ikatan ion, unsur
juga
dapat
membentuk
Ikatan
kovalen.
SOAL EVALUASI
1.
Kecenderungan unsur logam dan nonlogam
dalam membentuk ikatan ion adalah.......
a. unsur logam
melepaskan elektron dan unsur nonlogam menerima elektron
b. unsur logam
membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion positif
c. unsur logam
membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion negatif
d. unsur logam
melepaskan elektron dan unsur nonlogam melepaskan elektron
e. unsur logam
menerima elektron dan unsur nonlogam menerima elektron
2.
Berikut merupakan ciri-ciri ikatan ion
adalah, kecuali.......
a. terjadi
serah terima elektron
b. senyawanya
berbentuk kristal
c. unsur
pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam
d. titik didih
dan titik leleh yang rendah
e. senyawanya
berbentuk padat
3.
Proses pembentukan ikatan ion pada senyawa
MgO adalah.... (Mg: 2 8 2 ; O: 2 6)
a. atom
Mg menerima 2 elektron dan atom O memberikan 2 elektron
b. atom
Mg melepaskan 2 elektron dan atom O membutuhkan 2 elektron
c. atom
Mg menjadi ion Mg2- dan atom O menjadi ion O2+
d. atom
Mg melepaskan 2 elektron dan atom O melepaskan 2 elektron
e. atom
Mg menerima 2 elektron dan atom O menerima 2 elektron
KUNCI JAWABAN
SOAL EVALUASI
1.
A
Pembahasan:
Ikatan ion yaitu ikatan yang terbentuk sebagi akibat
adanya gaya tarik-menarik antara ion positif dan ion negatif. Ion positif
terbentuk tersebut karena unsur logam melepaskan elektronnya, sedangkan ion
negatif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektronnya, sedangkan ion
positif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektron. Ikatan ion terjadi
karena serah terima elektron.
2.
D
Pembahasan:
Ciri-ciri ikatan ion adalah sebagai berikut
· Terjadi
serah terima elektron, atom yang satu melepaskan elektron dan yang lain
menerima elektron.
· Senyawanya
berbentuk kristal.
· Pada
umumnya unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam.
· Pada
umumnya senyawanya berbentuk padat.
· Dalam
larutan dapat terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion).
· Lelehan
dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik.
· Senyawanya
mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.
3.
B
Pembahasan:
Untuk mencapai kesetabilannya, atom Mg harus melepas
2 elektron sedangkan atom O membutuhkan 2 elektron. Jadi, atom Mg memberikan 2
elektron kepada atom O sehingga 1 atom Mg mengikat 1 atom O. Setelah melepas 1
elektron, atom Mg menjadi ion Mg2+ sedangkan atom O menjadi ion O2-
senyawa yang terbentuk adalah MgO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar