Senin, 05 Desember 2016

contoh RPP ikatan Ion

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan  :   SMA Negeri 2 KIMIA
Mata Pelajaran        :   Kimia
Kelas/Semester       :   X/1
Pokok Bahasan        :   Ikatan Kimia
Sub Pokok Bahasan :   Ikatan Ion
Alokasi Waktu        :   1 × 15 menit



A.      KOMPETENSI INTI
KI 1  :  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 :   Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi   atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 :   Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
 KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.      KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR
1.1  Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaranTuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.1    Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif,  demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2    Menunjukkan perilaku kerjasama, santun,  toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Menunjukkan perilaku responsif,  dan proaktif serta bijaksana sebagai   wujud kemampuan memecahkan  masalah dan membuat keputusan
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasidan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
4.5    Mengolah dan menganalisis perbandingan proses pembentukan  ikatan ion,  ikatan kovalen,  ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.

INDIKATOR :
·       menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion
·       menuliskan ciri-ciri ikatan ion
·       menuliskan proses pembentukan ikatan ion

C.      TUJUAN PEMBELAJARAN
1.     Siswa dapat menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion
2.     Siswa dapat menuliskan ciri-ciri ikatan ion
3.     Siswa dapat menentukan proses pembentukan ikatan ion

D.      MATERI PEMBELAJARAN
Ikatan Ion
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk antara atom yang melepaskan electron dan atom yang menerima elektron.Ion positif terbentuk dari atom yang melepaskan elektron, sedangkan ion negative terbentuk dari atom yang menerima elektron. Ikatan tersebut terjadi karena perbedaan muatan ion positif dan ion negatif.

a.      Pembentukan Ion Positif
Atom bermuatan positif karena melepaskan elektron. Atom tersebut dinamakan ion positif. Kecenderungan melepaskan electron berkaitan dengan keelektronegatifan. Unsur yang mudah membentuk ion positif ialah unsure dengan kecenderungan lebih besar untuk melepaskan elektron, antara lain golongan IA (golongan alkali) dan golongan IIA (golongan alkali tanah).
Jumlah electron valensi pada unsure golongan IA adalah 1 elektron sehingga cenderung melepaskan 1 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Pelepasan 1 elektron dari atom golongan IA membentuk ion positif bermuatan satu. Elektron valensi golongan IIA berjumlah 2 elektron sehingga kecenderungan melepaskan 2 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai dengan teori oktet. Pelepasan 2 elektron dari atom golongan IIA membentuk ion positif bermuatan dua.Contohnya sebagai berikut :
Na (2  8  1) → Na+ (2  8) + e
Mg (2  8  2) → Mg2+ (2  8) + 2e      

b.     Pembentukan Ion Negatif
            Atom bermuatan negative karena menerima elektron. Atom tersebut dinamakan ion negatif. Unsur yang mudah menerima electron ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk menerima elektron, antara lain golongan VIIA (golongan halogen) dan golongan VIA (golongan oksigen).
Jumlah elektron valensi pada unsure golongan VIIA adalah 7 elektron sehingga cenderung menerima 1 elektron untuk membentuk kofigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Penerimaan 1 elektron oleh atom golongan VIIA membentuk ion negative bermuatan satu. Jumlah electron terluar golongan VIA adalah 6 elektron sehingga cenderung menerima 2 elektron untuk membentuk konfigurasi electron seperti unsur gas mulia yang sesuai teori oktet. Penerimaan 2 elektron oleh atom golongan VIA membentuk ion negatif. Contohnya sebagai berikut :
Cl (2  8  7) + e → Cl­- (2  8  8)
S (2   8   6) + 2e → S2- (2   8   8)
Ion negative terjadi karena menerima elektron.

c.      Pembentukan Ikatan Ion
Ion positif akan tarik menarik dengan ion negative karena adanya gaya elektrostatik akibatnya terjadi pembentukan ikatan.
Contohnya adalah sebagai berikut :
1.    
Na+ + Cl- → NaCl
Na → Na+ + e
Cl + e → Cl-
2.    
Ca2+ +O2- → CaO
Ca → Ca2+ + 2e
O + 2e → O2-
Bagaimanakah atom golongan IIA seperti Ca dan Mg berikatan dengan atom golongan VIIA seperti F danCl ?Untukmembentukikatan, atom golongan IIA melepas 2 elektron, sedangkan atom golongan VIIA menerima 1 elektron. Jumlah elektron yang dilepaskan harus sama dengan jumlah elektron yang diterima, maka harus terdapat 2 atom golongan VIIA untuk menerima 2 elektron.
Contohnya sebagai berikut :
1.    
Ca2+ +2Cl- → CaCl2
Ca → Ca2+ + 2e
2 Cl + 2e → 2Cl-
Atom golongan IA dan VIA berikatan dengan cara yang sama.
Contohnya sebagai berikut :
2.    
2 Na+ +O2- → Na2O
2 Na → 2 Na+ + 2e
O + 2e → O2-
Umumnya, ikatan ion terbentuk antara unsure logam dan non logam karena adanya perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar. Contoh senyawa yang mempunyai ikatan ion sebagai berikut :
1.     Golongan IA dengan golongan VIIA, contohnya : NaF, NaCl, NaBr, NaI, KBr, KI
2.     Golongan IA dengan golongan VIA, contohnya Na2O, Na2S, K2O
Selain membentuk ikatan ion, unsur juga dapat membentuk
Ikatan kovalen.

E.      PENDEKATAN, MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan          : Kooperatif
Model                  : Numbered Heads Together
Metode                : Diskusi informasi

F.       MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
·         Media                       : Papan Tulis, Spidol, Penghapus
·         Sumber Belajar        : LKS, Buku Kimia SMA kelas X



G.     LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
No.
Kegiatan
Aktivitas
Alokasi waktu
Guru
Siswa
1.
Awal
v Guru mengucapkan salam pembuka.
v Guru mempersilahkan siswa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran.
v Guru menanyakan kehadiran siswa

v Guru menyampaikan topik utama yang akan disampaikan.




v Guru memberikan apersepsi dan motivasi siswa dalam belajar.

v Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.



v Siswa menjawab salam
v Siswa berdoa





v Siswa menjawab pertanyaan guru

v Siswa memperhatikan dan menyiapkan diri untuk menerima pembelajaran




v Siswa menyimak apersepsi dan termotivasi dalam belajar.
v Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.


2 menit
2.
Inti
Eksplorasi
v Guru membimbing siswa membentuk kelompok



v Guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok

v Guru memberikan waktu kepada masing – masing kelompok untuk berdiskusi mengerjakan LKS yang telah diberikan
Elaborasi
v Guru mengamati siswa dalam mengerjakan LKS

v Guru meminta siswa dengan nomor tertentu dari masing-masing kelompok untuk maju menyampaikan hasil diskusi

v Guru menyuruh siswa yang maju untuk kembali duduk ke tempat masing-masing untuk mengerjakan soal evaluasi secara individu


Konfirmasi
v Guru mengkonfirmasi jawaban siswa
v Guru mempersilahkan siswa bertanya

v Siswa membentuk kelompok sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan

v Siswa menerima LKS yang dibagikan guru


v Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk menjawab LKS




v Siswa mengerjakan LKS dengan kelompoknya
v Perwakilan kelompok maju menyampaikan hasil diskusinya




v Siswa kembali ke tempat masing-masing dan mengerjakan soal evaluasi secara individu


v Siswa mendengarkan penjelasan guru
v Siswa tidak ada bertanya
10 menit
3.
Penutup
v Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil pembelajaran

v Guru menutup pelajaran dan menyampaikan salam penutup
v Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran

v Siswa menjawab salam dari guru
3 menit

H.      PENILAIAN HASIL BELAJAR
1.     Tes hasil belajar (penguasaan konsep) menggunakan soal uraiandengan penskoran (rubrik penskoran terlampir)
2.     Penilaian sikap (perilaku) menggunakan rubrik penilaian perilaku
3.     Penilaian keterampilan menggunakan rubrik penilaian keterampilan



LEMBAR PENILAIAN SIKAP
Mata Pelajaran             : Kimia
Kelas/Semester            : X/1
Waktu Pengamatan      : 1 x 15 menit

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran
1.     Kurang baik jika sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2.     Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum konsisten
3.     Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok
1.     Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
2.     Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum konsisten
3.     Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalamkegiatan kelompok secara terus menerus dan konsisten

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1.     Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
2.     Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum konsisten
3.     Sangat baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan konsisten.



Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
NO.
NAMA SISWA
SIKAP
AKTIF
BEKERJASAMA
TOLERAN
1
2
3
1
2
3
1
2
3
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15




LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran             : Kimia
Kelas/Semester            : X/1

Indikator penilaian keterampilan menjawab pertanyaan dari guru
1.       Kurang baik jika menjawab pertanyaan dari guru dengan salah
2.       Baik jika kurang tepat menjawab pertanyaan dari guru
3.       Sangat baik jika benar menjawab pertanyaan dari guru

Indikator penilaian keterampilan berkomunikasi
1.       Kurang baik jika jawabanmasihsalahtetapidapatmenjelaskanhasiljawabandarisoal yang dijelaskan
2.       Baik jika jawaban sudah tepat tetapi kurang dapat menjelaskan hasil jawaban dari soal yang dikerjakan
3.       Sangat baik jika jawaban sudah tepat dan dapat menjelaskan hasil jawaban dari soal yang dikerjakan

Indikator penilaian keterampilan menulis di papan tulis
1.       Kurang baik jika tulisan di papan tulis kurang rapi dan sulit dibaca
2.       Baik jika tulisan di papan tulis kurang rapi tapi dapat dibaca
3.       Sangat baik jika tulisan di papan tulis rapi dan mudah dibaca




Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
NO.
NAMA SISWA
KETERAMPILAN
Menjawab
Komunikasi
Menulis
1



2



3



4



5



6



8



9



10



11



12



13



14



15







LEMBAR KEGIATAN KELOMPOK
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.    Siswa dapat menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion
2.    Siswa dapat menuliskan ciri-ciri ikatan ion
3.    Siswa dapat menuliskan proses pembentukan ikatan ion

Nama Anggota        :     1.  .......................................
                                         2.  .......................................
                                         3.  .......................................
                                         4.  .......................................
                                         5.  .......................................
Kelas                          :     X
Hari/Tanggal            :                                    ...........................................

 






ikatan ionadalah ikatan yang terbentuk antara atom yang melepaskan elektron dan atom yang menerima elektron. Ion positif terbentuk dari atom yang melepaskan elektron, sedangkan ion negatif terbentuk dari atom yang menerima elektron. Ikatan tersebut terjadi karena perbedaan muatan ion positif dan ion negatif.
Umumnya, ikatan ion terbentuk antara unsur logam dan non logam karena adanya perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar.















a.            Pembentukan Ion Positif
               Atom bermuatan positif karena melepaskan elektron. Atom tersebut dinamakan ion positif. Kecenderungan melepaskan elektron berkaitan dengan keelektronegatifan. Unsur yang mudah membentuk ion positif ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk melepaskan elektron, antara lain golongan IA (golongan alkali) dan golongan IIA (golongan alkali tanah).  Contohnya sebagai berikut :
Na (2  8  1) → Na+ (2  8) + e                                        Mg (2  8  2) → Mg2+ (2  8) + 2e       
b.            Pembentukan Ion Negatif     
               Atom bermuatan negatif karena menerima elektron. Atom tersebut dinamakan ion negatif. Unsur yang mudah menerima elektron ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk menerima elektron, antara lain golongan VIIA (golongan halogen) dan golongan VIA (golongan oksigen). Contohnya sebagai berikut :
               Cl (2  8  7) + e → Cl¬- (2  8  8)      S  (2  8  6) + 2e → S2- (2   8   8)
 













KEGIATAN 1    Pembentukan Ikatan Ion
Gambarkan proses terjadinya ikatan ion antara unsur-unsur berikut:
1.    11Na dengan 9F
11Na          →    Na+    +     1 e
(2,8,1)              (2,8)
9F    +  1 e →    F-
      ( 2.7)             ( 2. 8 )                     +
  
                    Na+ + F-           à  NaF                                      Jadi Rumus Kimianya :  NaF
  1.  19K dengan 8O
19K             →    K...  + … e
(……..)          (……)
8O   +  … e →   O….
      (……)              (…..)                     +
  
                        ………………………………
                                                            Jadi Rumus Kimianya : …………………

  1. 12Mg dengan 5N
12Mg             →    …… + ……..
(……..)             (……)
7 +  … e  →   …….
 (……...)           (…....)                    
    
                              ………………………………
                                                                  Jadi Rumus Kimianya : …………………




Pertanyaan :
  1. Berdasarkan soal di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur berikatan ion dalam  membentuk kestabilan?
 









2.      Berdasarkan soal di atas, ditinjau dari sifat kelogamannya unsur-unsur apakah yang membentuk ikatan ion? Bagaimana hubungannya dalam membentuk ion positif dan negatif? (Perhatikan tabel periodik unsur)
 









3.      Berdasarkan jawaban soal nomor 1 dan 2, tuliskan ciri – ciri ikatan ion.
 











Simpulan:
Berdasarkan pada kedua jawaban anda diatas apa yang dapat anda simpulkan tentang kecenderungan unsur-unsur membentuk kestabilan dalam ikatan ion.

 













KUNCI JAWABAN LKS

KEGIATAN 3    Pembentukan Ikatan Ion

Gambarkan proses terjadinya ikatan ion antara unsur-unsur berikut:

1.      11Na dengan 9F
11Na          →    Na+    +     1 e
(2,8,1)              (2,8)
9F    +  1 e →    F-
      ( 2.7)             ( 2. 8 )                     +
  
Na + F →  Na+.F- à NaF
Jadi Rumus Kimianya :  NaF

2.       19K dengan 8O
19K             →    K+  + 1 e
(2.8.8.1 )          (2.8.8)
8O   + 2e →   O2-
      (2.6)              (2.8)                     +
  
K + O    2K+  + O2-    K2O
Jadi Rumus Kimianya : K2O

  1. 12Mg dengan 5N
12Mg             →    Mg2+ + 2e
(2.8.2)                  (2.8)
7N   +  3e  →   N3-
      (2.5)               (2.8)                     +
  
Mg + N 3Mg2+  + 2N3-    Mg3N2
Jadi Rumus Kimianya : Mg3N2

Pertanyaan :
1.      Berdasarkan soal di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur berikatan ion dalam  membentuk kestabilan?

Berdasarkan soal diatas, kecenderungan unsur-unsur berikatan ion dalam  membentuk kestabilan ialah dengan melepaskan elektron membentuk ion positif atau mengikat elektron sehingga bermuatan negatif. Mengikat atau melepaskan elektron ini ialah agar elektron valensinya sesuai dengan aturan oktet atau duplet.
 





2.      Berdasarkan soal di atas, ditinjau dari sifat kelogamannya unsur-unsur apakah yang membentuk ikatan ion? Bagaimana hubungannya dalam membentuk ion positif dan negatif? (Perhatikan tabel periodik unsur)
Ditinjau dari sifat kelogamannya, unsur-unsur yang membentuk ikatan ion adalah unsur –unsur dari golongan IA dan IIA yang berikatan dengan unsur-unsur golongan VIA dan VIIA. Dengan demikian, ikatan ion terjadi antara unsur logam dengan unsur nonlogam. Hubungannya dalam membentuk ion ialah, unsur logam cenderung membentuk ion positif, sedangkan ion nonlogam cenderung membentuk ion negatif.
 






3.      Berdasarkan jawaban soal nomor 1 dan 2, tuliskan ciri – ciri ikatan ion.

Berdasarkan jawaban soal nomor 1 dan 2, ciri-ciri ikatan ion yaitu:
1.    Terbentuk dari ion unsur logam dan nonlogam
Unsur-unsur logam yaitu unsur golongan IA dan IIA. Unsur-unsur nonlogam yaitu unsur golongan VIA dan VIIA.
2.    Terbentuk dari ion positif dan negatif
Unsur logam cenderung membentuk ion positif, sedangkan unsur nonlogam cenderung membentuk ion negatif.
 






Simpulan:
Berdasarkan pada kedua jawaban anda diatas apa yang dapat anda simpulkan tentang kecenderungan unsur-unsur membentuk kestabilan dalam ikatan ion.

Yang dapat disimpulkan tentang kecenderungan unsur-unsur dalam membentuk kestabilan dalam ikatan ion ialah unsur-unsur yang membentuk ikatan ion cenderung melepas elektron atau menangkap elektron agar stabil (konfigurasi elektron menyerupai konfigurasi gas mulia). Unsur logam cenderung membentuk ion positif dengan melepaskan elektron, ion nonlogam cenderung menagkap elektron untuk membentuk ion negatif.
 





SOAL EVALUASI
1.     Kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion adalah.......
a.      unsur logam melepaskan elektron dan unsur nonlogam menerima elektron
b.     unsur logam membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion positif
c.      unsur logam membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion negatif
d.     unsur logam melepaskan elektron dan unsur nonlogam melepaskan elektron
e.      unsur logam menerima elektron dan unsur nonlogam menerima elektron

2.     Berikut merupakan ciri-ciri ikatan ion adalah, kecuali.......
a.      terjadi serah terima elektron
b.     senyawanya berbentuk kristal
c.      unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam
d.     titik didih dan titik leleh yang rendah
e.      senyawanya berbentuk padat

3.     Proses pembentukan ikatan ion pada senyawa MgO adalah.... (Mg: 2 8 2 ; O: 2 6)
a.      atom Mg menerima 2 elektron dan atom O memberikan 2 elektron
b.     atom Mg melepaskan 2 elektron dan atom O membutuhkan 2 elektron
c.      atom Mg menjadi ion Mg2- dan atom O menjadi ion O2+
d.     atom Mg melepaskan 2 elektron dan atom O melepaskan 2 elektron
e.      atom Mg menerima 2 elektron dan atom O menerima 2 elektron
























KUNCI JAWABAN SOAL EVALUASI
1.     A
Pembahasan:
Ikatan ion yaitu ikatan yang terbentuk sebagi akibat adanya gaya tarik-menarik antara ion positif dan ion negatif. Ion positif terbentuk tersebut karena unsur logam melepaskan elektronnya, sedangkan ion negatif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektronnya, sedangkan ion positif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektron. Ikatan ion terjadi karena serah terima elektron.

2.     D
Pembahasan:
Ciri-ciri ikatan ion adalah sebagai berikut
·       Terjadi serah terima elektron, atom yang satu melepaskan elektron dan yang lain menerima elektron.
·       Senyawanya berbentuk kristal.
·       Pada umumnya unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam.
·       Pada umumnya senyawanya berbentuk padat.
·       Dalam larutan dapat terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion).
·       Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik.
·       Senyawanya mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.

3.     B
Pembahasan:
Untuk mencapai kesetabilannya, atom Mg harus melepas 2 elektron sedangkan atom O membutuhkan 2 elektron. Jadi, atom Mg memberikan 2 elektron kepada atom O sehingga 1 atom Mg mengikat 1 atom O. Setelah melepas 1 elektron, atom Mg menjadi ion Mg2+ sedangkan atom O menjadi ion O2- senyawa yang terbentuk adalah MgO


Tidak ada komentar:

Posting Komentar