RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan
Pendidikan : SMA Negeri 2 KIMIA
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Pokok
Bahasan : Ikatan Kimia
Sub
Pokok Bahasan : Ikatan Ion
Alokasi
Waktu : 1 × 15 menit
A.
KOMPETENSI
INTI
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami
,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan
B.
KOMPETENSI
DASAR DAN INDIKATOR
KOMPETENSI
DASAR
1.1 Menyadari
adanya
keteraturan
struktur
partikel
materi
sebagai
wujud
kebesaranTuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran
kreatif
manusia yang kebenarannya
bersifat
tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah
(memiliki rasa ingin tahu, disiplin,
jujur, objektif, terbuka, mampu
membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan serta
hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Menunjukkan
perilaku responsif, dan proaktif serta
bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen koordinasidan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat
fisik materi.
4.5 Mengolah
dan menganalisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion,
ikatan kovalen, ikatan kovalen
koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion,
molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
INDIKATOR
:
· menuliskan
kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan ion
· menuliskan
ciri-ciri ikatan ion
· menuliskan
proses pembentukan ikatan ion
C.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
1. Siswa
dapat menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk ikatan
ion
2. Siswa
dapat menuliskan ciri-ciri ikatan ion
3. Siswa
dapat menentukan proses pembentukan ikatan ion
D.
MATERI
PEMBELAJARAN
Ikatan
Ion
Ikatan ion adalah
ikatan yang terbentuk
antara atom yang melepaskan
electron
dan atom yang menerima
elektron.Ion positif
terbentuk
dari atom yang melepaskan
elektron, sedangkan ion negative
terbentuk
dari atom yang menerima
elektron.
Ikatan
tersebut
terjadi
karena
perbedaan
muatan ion positif
dan ion negatif.
a.
Pembentukan
Ion Positif
Atom bermuatan
positif
karena
melepaskan
elektron.
Atom tersebut
dinamakan ion positif.
Kecenderungan
melepaskan
electron
berkaitan
dengan
keelektronegatifan.
Unsur yang mudah
membentuk ion positif
ialah
unsure
dengan
kecenderungan
lebih
besar
untuk
melepaskan
elektron, antara lain
golongan IA (golongan alkali) dan golongan IIA (golongan alkali tanah).
Jumlah electron valensi pada unsure golongan IA adalah 1 elektron
sehingga
cenderung
melepaskan 1 elektron
untuk
membentuk
konfigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
teori
oktet.
Pelepasan 1 elektron
dari atom golongan IA
membentuk ion positif bermuatan satu. Elektron valensi golongan IIA berjumlah 2 elektron
sehingga
kecenderungan
melepaskan 2 elektron
untuk
membentuk
konfigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
dengan
teori
oktet.
Pelepasan 2 elektron
dari atom golongan IIA
membentuk ion positif bermuatan dua.Contohnya sebagai berikut :
Na (2 8 1) → Na+ (2 8) + e
Mg (2 8 2) → Mg2+ (2 8) + 2e
b.
Pembentukan
Ion Negatif
Atom bermuatan
negative
karena
menerima
elektron.
Atom tersebut
dinamakan ion negatif.
Unsur yang mudah
menerima
electron
ialah
unsur
dengan
kecenderungan
lebih
besar
untuk
menerima
elektron, antara lain
golongan VIIA (golongan halogen) dan golongan VIA (golongan
oksigen).
Jumlah elektron valensi pada unsure golongan VIIA adalah 7 elektron
sehingga
cenderung
menerima 1 elektron
untuk
membentuk
kofigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
teori
oktet.
Penerimaan 1 elektron
oleh atom golongan VIIA
membentuk ion negative bermuatan satu. Jumlah electron terluar golongan VIA adalah 6 elektron
sehingga
cenderung
menerima 2 elektron
untuk
membentuk
konfigurasi
electron
seperti
unsur gas mulia yang sesuai
teori
oktet.
Penerimaan 2 elektron
oleh atom golongan VIA
membentuk ion negatif. Contohnya sebagai berikut :
Cl (2 8 7) + e → Cl- (2 8 8)
S (2 8 6) + 2e → S2- (2 8 8)
Ion negative terjadi karena menerima elektron.
c.
Pembentukan
Ikatan Ion
Ion positif akan tarik menarik dengan ion negative
karena
adanya
gaya
elektrostatik
akibatnya
terjadi
pembentukan
ikatan.
Contohnya adalah sebagai berikut :
1.
|
Na+ +
Cl- → NaCl
|
Cl + e → Cl-
2.
|
Ca2+
+O2- → CaO
|
O + 2e → O2-
Bagaimanakah atom golongan IIA seperti
Ca
dan Mg berikatan
dengan atom golongan VIIA
seperti F danCl ?Untukmembentukikatan, atom golongan IIA melepas 2 elektron,
sedangkan atom golongan VIIA menerima 1 elektron.
Jumlah
elektron yang dilepaskan
harus
sama
dengan
jumlah
elektron yang diterima, maka
harus
terdapat 2 atom golongan
VIIA untuk menerima 2 elektron.
Contohnya sebagai berikut :
1.
|
Ca2+
+2Cl- → CaCl2
|
2 Cl + 2e → 2Cl-
Atom golongan IA dan VIA berikatan
dengan
cara yang sama.
Contohnya sebagai berikut :
2.
|
2 Na+
+O2- → Na2O
|
O + 2e → O2-
Umumnya, ikatan ion terbentuk
antara
unsure
logam
dan non logam
karena
adanya
perbedaan
keelektronegatifan yang
cukup besar. Contoh senyawa yang mempunyai
ikatan ion sebagai
berikut :
1.
Golongan
IA dengan golongan VIIA, contohnya : NaF, NaCl, NaBr, NaI, KBr,
KI
2.
Golongan
IA dengan golongan VIA, contohnya Na2O, Na2S,
K2O
Selain
membentuk
ikatan ion, unsur
juga
dapat
membentuk
Ikatan
kovalen.
E.
PENDEKATAN,
MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan :
Kooperatif
Model :
Numbered Heads Together
Metode :
Diskusi informasi
F.
MEDIA
DAN SUMBER BELAJAR
·
Media :
Papan Tulis, Spidol, Penghapus
·
Sumber Belajar : LKS, Buku Kimia SMA kelas X
G.
LANGKAH-LANGKAH
PEMBELAJARAN
|
No.
|
Kegiatan
|
Aktivitas
|
Alokasi waktu
|
|
|
Guru
|
Siswa
|
|||
|
1.
|
Awal
|
v
Guru mengucapkan salam pembuka.
v
Guru mempersilahkan
siswa
untuk
berdoa
terlebih
dahulu
sebelum
memulai
pelajaran.
v
Guru menanyakan kehadiran siswa
v
Guru menyampaikan topik utama yang akan disampaikan.
v
Guru memberikan apersepsi dan motivasi siswa dalam belajar.
v
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari
ini.
|
v
Siswa menjawab salam
v
Siswa berdoa
v
Siswa menjawab pertanyaan guru
v
Siswa memperhatikan
dan
menyiapkan
diri
untuk
menerima
pembelajaran
v
Siswa menyimak apersepsi dan termotivasi dalam belajar.
v
Siswa menyimak tujuan pembelajaran yang disampaikan
oleh guru.
|
2
menit
|
|
2.
|
Inti
|
Eksplorasi
v
Guru membimbing siswa membentuk kelompok
v
Guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok
v
Guru memberikan waktu kepada masing – masing
kelompok
untuk
berdiskusi
mengerjakan LKS yang telah diberikan
Elaborasi
v
Guru mengamati siswa dalam mengerjakan LKS
v
Guru meminta siswa dengan nomor tertentu dari masing-masing
kelompok
untuk
maju
menyampaikan
hasil
diskusi
v
Guru menyuruh siswa yang maju
untuk kembali duduk ke tempat masing-masing untuk mengerjakan soal evaluasi
secara individu
Konfirmasi
v
Guru mengkonfirmasi jawaban siswa
v
Guru mempersilahkan siswa bertanya
|
v
Siswa membentuk kelompok sesuai dengan kelompok
yang telah ditentukan
v
Siswa menerima LKS yang dibagikan
guru
v
Siswa berdiskusi dalam kelompoknya untuk menjawab LKS
v
Siswa mengerjakan LKS dengan kelompoknya
v
Perwakilan kelompok maju menyampaikan
hasil
diskusinya
v
Siswa kembali ke tempat
masing-masing dan mengerjakan soal evaluasi secara individu
v
Siswa mendengarkan
penjelasan guru
v
Siswa tidak ada bertanya
|
10
menit
|
|
3.
|
Penutup
|
v
Guru dan siswa bersama-sama
menyimpulkan
hasil
pembelajaran
v
Guru menutup pelajaran dan menyampaikan
salam
penutup
|
v
Siswa bersama guru menyimpulkan
hasil
pembelajaran
v
Siswa menjawab salam dari guru
|
3
menit
|
H.
PENILAIAN
HASIL BELAJAR
1. Tes
hasil belajar (penguasaan konsep) menggunakan soal uraiandengan penskoran (rubrik
penskoran terlampir)
2. Penilaian
sikap (perilaku) menggunakan rubrik penilaian perilaku
3. Penilaian
keterampilan menggunakan rubrik penilaian keterampilan
LEMBAR PENILAIAN SIKAP
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Waktu
Pengamatan : 1 x 15 menit
Indikator
sikap aktif dalam pembelajaran
1. Kurang
baik jika sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik
jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum konsisten
3. Sangat
baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok
secara terus menerus dan konsisten
Indikator
sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok
1. Kurang
baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok
2. Baik
jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerja sama dalam kegiatan kelompok
tetapi masih belum konsisten
3. Sangat
baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalamkegiatan kelompok secara
terus menerus dan konsisten
Indikator
sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
1. Kurang
baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah
yang berbeda dan kreatif
2. Baik
jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masih belum konsisten
3. Sangat
baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses
pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan konsisten.
Bubuhkan
tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
|
NO.
|
NAMA SISWA
|
SIKAP
|
||||||||
|
AKTIF
|
BEKERJASAMA
|
TOLERAN
|
||||||||
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
1
|
2
|
3
|
||
|
1
|
||||||||||
|
2
|
||||||||||
|
3
|
||||||||||
|
4
|
||||||||||
|
5
|
||||||||||
|
6
|
||||||||||
|
7
|
||||||||||
|
8
|
||||||||||
|
9
|
||||||||||
|
10
|
||||||||||
|
11
|
||||||||||
|
12
|
||||||||||
|
13
|
||||||||||
|
14
|
||||||||||
|
15
|
||||||||||
LEMBAR PENGAMATAN
PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata
Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Indikator
penilaian keterampilan menjawab pertanyaan dari guru
1. Kurang
baik jika menjawab pertanyaan dari guru dengan salah
2. Baik
jika kurang tepat menjawab pertanyaan dari guru
3. Sangat
baik jika benar menjawab pertanyaan dari guru
Indikator
penilaian keterampilan berkomunikasi
1. Kurang
baik jika jawabanmasihsalahtetapidapatmenjelaskanhasiljawabandarisoal
yang dijelaskan
2. Baik
jika jawaban sudah tepat tetapi kurang dapat menjelaskan hasil jawaban dari
soal yang dikerjakan
3. Sangat
baik jika jawaban sudah tepat dan dapat menjelaskan hasil jawaban dari soal
yang dikerjakan
Indikator
penilaian keterampilan menulis di papan tulis
1. Kurang
baik jika tulisan di papan tulis kurang rapi dan sulit dibaca
2. Baik
jika tulisan di papan tulis kurang rapi tapi dapat dibaca
3. Sangat
baik jika tulisan di papan tulis rapi dan mudah dibaca
Bubuhkan
tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan
|
NO.
|
NAMA SISWA
|
KETERAMPILAN
|
||
|
Menjawab
|
Komunikasi
|
Menulis
|
||
|
1
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
|
13
|
|
|
|
|
|
14
|
|
|
|
|
|
15
|
|
|
|
|
LEMBAR KEGIATAN KELOMPOK
|
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa
dapat menuliskan kecenderungan unsur logam dan nonlogam dalam membentuk
ikatan ion
2. Siswa
dapat menuliskan ciri-ciri ikatan ion
3. Siswa
dapat menuliskan proses pembentukan ikatan ion
|
|
Nama
Anggota : 1.
.......................................
2. .......................................
3. .......................................
4. .......................................
5. .......................................
Kelas : X
Hari/Tanggal : ...........................................
|
|
ikatan ionadalah
ikatan yang terbentuk antara atom yang melepaskan elektron dan atom yang menerima
elektron. Ion positif terbentuk dari atom yang melepaskan elektron,
sedangkan ion negatif terbentuk dari atom yang menerima elektron. Ikatan
tersebut terjadi karena perbedaan muatan ion positif dan ion negatif.
Umumnya,
ikatan ion terbentuk antara unsur
logam dan non logam karena adanya perbedaan keelektronegatifan yang
cukup besar.
|
|
a. Pembentukan Ion Positif
Atom bermuatan positif karena
melepaskan elektron. Atom tersebut dinamakan ion positif. Kecenderungan
melepaskan elektron berkaitan dengan keelektronegatifan. Unsur yang mudah
membentuk ion positif ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk
melepaskan elektron, antara lain golongan IA (golongan alkali) dan golongan
IIA (golongan alkali tanah).
Contohnya sebagai berikut :
Na
(2 8
1) → Na+ (2 8) + e Mg
(2 8
2) → Mg2+ (2 8) + 2e
b. Pembentukan Ion Negatif
Atom bermuatan negatif karena
menerima elektron. Atom tersebut dinamakan ion negatif. Unsur yang mudah
menerima elektron ialah unsur dengan kecenderungan lebih besar untuk
menerima elektron, antara lain golongan VIIA (golongan halogen) dan
golongan VIA (golongan oksigen). Contohnya sebagai berikut :
Cl (2 8
7) + e → Cl¬- (2 8 8) S (2
8 6) + 2e → S2- (2 8
8)
|
KEGIATAN 1 Pembentukan
Ikatan Ion
Gambarkan proses terjadinya ikatan ion antara unsur-unsur
berikut:
1.
11Na dengan 9F
(2,8,1) (2,8)
(
2.7) ( 2. 8 ) +
Na+ + F- à NaF Jadi Rumus Kimianya :
NaF
- 19K dengan 8O
19K → K... + … e
(……..)
(……)
8O + … e →
O….
(……) (…..) +
………………………………
Jadi
Rumus Kimianya : …………………
- 12Mg
dengan 5N
12Mg → …… + ……..
(……..) (……)
7N + …
e →
…….
(……...) (…....)
………………………………
Jadi
Rumus Kimianya : …………………
Pertanyaan :
- Berdasarkan
soal di atas, bagaimana kecenderungan unsur-unsur berikatan ion dalam membentuk kestabilan?
2.
Berdasarkan soal di atas, ditinjau dari sifat
kelogamannya unsur-unsur apakah yang membentuk ikatan ion? Bagaimana
hubungannya dalam membentuk ion positif dan negatif? (Perhatikan tabel periodik unsur)
3. Berdasarkan
jawaban soal nomor 1 dan 2, tuliskan ciri – ciri ikatan ion.
Simpulan:
Berdasarkan pada kedua jawaban
anda diatas apa yang dapat anda simpulkan tentang kecenderungan unsur-unsur
membentuk kestabilan dalam ikatan ion.
KUNCI JAWABAN LKS
KEGIATAN 3 Pembentukan Ikatan Ion
Gambarkan proses terjadinya ikatan ion
antara unsur-unsur berikut:
1.
11Na dengan 9F
11Na →
Na+ + 1 e
(2,8,1) (2,8)
9F + 1
e → F-
( 2.7)
( 2. 8 ) +
Na + F → Na+.F- à NaF
Jadi Rumus Kimianya : NaF
2. 19K dengan 8O
19K
→ K+
+ 1 e
(2.8.8.1 ) (2.8.8)
8O +
2e → O2-
(2.6) (2.8) +
K + O → 2K+ + O2- → K2O
Jadi Rumus
Kimianya : K2O
- 12Mg dengan 5N
12Mg → Mg2+
+ 2e
(2.8.2) (2.8)
7N + 3e → N3-
(2.5) (2.8) +
Mg + N → 3Mg2+ + 2N3- → Mg3N2
Jadi Rumus
Kimianya : Mg3N2
Pertanyaan :
1.
Berdasarkan soal di atas, bagaimana kecenderungan
unsur-unsur berikatan ion dalam
membentuk kestabilan?
|
Berdasarkan soal diatas, kecenderungan
unsur-unsur berikatan ion dalam
membentuk kestabilan ialah dengan melepaskan elektron membentuk ion
positif atau mengikat elektron sehingga bermuatan negatif. Mengikat atau
melepaskan elektron ini ialah agar elektron valensinya sesuai dengan aturan
oktet atau duplet.
|
2.
Berdasarkan soal di atas, ditinjau dari sifat
kelogamannya unsur-unsur apakah yang membentuk ikatan ion? Bagaimana
hubungannya dalam membentuk ion positif dan negatif? (Perhatikan tabel periodik unsur)
|
Ditinjau dari sifat
kelogamannya, unsur-unsur yang membentuk ikatan ion adalah unsur –unsur
dari golongan IA dan IIA yang berikatan dengan unsur-unsur golongan VIA dan
VIIA. Dengan demikian, ikatan ion terjadi antara unsur logam dengan unsur
nonlogam. Hubungannya dalam membentuk ion ialah, unsur logam cenderung
membentuk ion positif, sedangkan ion nonlogam cenderung membentuk ion
negatif.
|
3.
Berdasarkan jawaban soal nomor 1 dan 2, tuliskan
ciri – ciri ikatan ion.
|
Berdasarkan jawaban soal nomor 1
dan 2, ciri-ciri ikatan ion yaitu:
1.
Terbentuk dari ion
unsur logam dan nonlogam
Unsur-unsur logam yaitu unsur golongan IA dan
IIA. Unsur-unsur nonlogam yaitu unsur golongan VIA dan VIIA.
2.
Terbentuk dari ion
positif dan negatif
Unsur logam cenderung membentuk ion positif,
sedangkan unsur nonlogam cenderung membentuk ion negatif.
|
Simpulan:
Berdasarkan pada kedua jawaban
anda diatas apa yang dapat anda simpulkan tentang kecenderungan unsur-unsur
membentuk kestabilan dalam ikatan ion.
|
Yang dapat disimpulkan tentang kecenderungan
unsur-unsur dalam membentuk kestabilan dalam ikatan ion ialah unsur-unsur
yang membentuk ikatan ion cenderung melepas elektron atau menangkap
elektron agar stabil (konfigurasi elektron menyerupai konfigurasi gas
mulia). Unsur logam cenderung membentuk ion positif dengan melepaskan
elektron, ion nonlogam cenderung menagkap elektron untuk membentuk ion
negatif.
|
SOAL EVALUASI
1.
Kecenderungan unsur logam dan nonlogam
dalam membentuk ikatan ion adalah.......
a. unsur logam
melepaskan elektron dan unsur nonlogam menerima elektron
b. unsur logam
membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion positif
c. unsur logam
membentuk ion negatif dan unsur nonlogam membentuk ion negatif
d. unsur logam
melepaskan elektron dan unsur nonlogam melepaskan elektron
e. unsur logam
menerima elektron dan unsur nonlogam menerima elektron
2.
Berikut merupakan ciri-ciri ikatan ion
adalah, kecuali.......
a. terjadi
serah terima elektron
b. senyawanya
berbentuk kristal
c. unsur
pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam
d. titik didih
dan titik leleh yang rendah
e. senyawanya
berbentuk padat
3.
Proses pembentukan ikatan ion pada
senyawa MgO adalah.... (Mg: 2 8 2 ; O: 2 6)
a. atom
Mg menerima 2 elektron dan atom O memberikan 2 elektron
b. atom
Mg melepaskan 2 elektron dan atom O membutuhkan 2 elektron
c. atom
Mg menjadi ion Mg2- dan atom O menjadi ion O2+
d. atom
Mg melepaskan 2 elektron dan atom O melepaskan 2 elektron
e. atom
Mg menerima 2 elektron dan atom O menerima 2 elektron
KUNCI JAWABAN
SOAL EVALUASI
1.
A
Pembahasan:
Ikatan ion yaitu ikatan yang terbentuk sebagi akibat
adanya gaya tarik-menarik antara ion positif dan ion negatif. Ion positif
terbentuk tersebut karena unsur logam melepaskan elektronnya, sedangkan ion
negatif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektronnya, sedangkan ion
positif terbentuk karena unsur nonlogam menerima elektron. Ikatan ion terjadi
karena serah terima elektron.
2.
D
Pembahasan:
Ciri-ciri ikatan ion adalah sebagai berikut
· Terjadi
serah terima elektron, atom yang satu melepaskan elektron dan yang lain
menerima elektron.
· Senyawanya
berbentuk kristal.
· Pada
umumnya unsur pembentuknya adalah unsur logam dan nonlogam.
· Pada
umumnya senyawanya berbentuk padat.
· Dalam
larutan dapat terurai menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion).
· Lelehan
dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik.
· Senyawanya
mempunyai titik didih dan titik leleh yang tinggi.
3.
B
Pembahasan:
Untuk mencapai kesetabilannya, atom Mg harus melepas
2 elektron sedangkan atom O membutuhkan 2 elektron. Jadi, atom Mg memberikan 2
elektron kepada atom O sehingga 1 atom Mg mengikat 1 atom O. Setelah melepas 1
elektron, atom Mg menjadi ion Mg2+ sedangkan atom O menjadi ion O2-
senyawa yang terbentuk adalah MgO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar